Senin, 01 Maret 2010

Paling Penting, Bijaklah Mengonsumsi Vetsin!

The following article presents the very latest information on news. If you have a particular interest in news, then this informative article is required reading.
JAKARTA, KOMPAS.com -  Anggapan di masyarakat bahwa MSG (Monosodium L-Glutamat) yang biasa terkandung dalam vetsin atau bumbu penyedap rasa adalah bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh  lantaran menimbulkan kanker kalau terus-menerus dikonsumsi ternyata tak sepenuhnya benar. Setidaknya, menurut Advisor Public Relations dari PT Ajinomoto Indonesia Turiadi.

Turiadi mengungkapkan, sudah banyak isu yang menyudutkan penggunaan MSG. Namun, hampir semua isu tersebut terbantahkan oleh berbagai penelitian ilmiah.

The best time to learn about news is before you're in the thick of things. Wise readers will keep reading to earn some valuable news experience while it's still free.

Bahkan sebaliknya, MSG terbukti memberi beberapa manfaat terhadap kesehatan. Salah satunya adalah dalam mengurangi asupan sodium. Sodium adalah salah satu penyebab utama hipertensi, yang banyak terkandung di dalam garam (NaCl). "Berdasarkan penelitian, manusia sudah mengonsumsi MSG selama 100 tahun. Bahkan, di Jepang sebagai produsen pertama, MSG sudah dikonsumsi lebih lama lagi. Kalau MSG katanya menyebabkan kanker atau kebodohan tentu orang-orang Jepang sudah banyak yang kanker dan bodoh dong. Tapi, kita lihat buktinya sekarang, justru sebaliknya orang Jepang sehat-sehat dan tentunya tidak bodoh karena bisa memproduksi berbagai teknologi canggih dunia," papar Turiadi saat ditemui dalam acara peluncuran Komik "Umami" di Jakarta, Senin (1/3/2010).

Di samping itu, Turiadi menambahkan, dari sisi keamanan sebagai bahan tambahan pangan, MSG juga sudah teruji oleh badan-badan kesehatan dunia. "MSG sudah diakui keamanannya sebagai bahan tambahan pangan oleh badan-badan kesehatan dunia, seperti Badan POM Amerika pada tahun 1958, juga Badan POM Indonesia sendiri. Jadi, saya kira kita semua tidak perlu khawatir mengonsumsi MSG," ujarnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Jepang, Yamaguchi dan Takahashi pada tahun 1984, diketahui bahwa ternyata MSG dapat mempertegas rasa asin. Dengan demikian MSG dapat mengurangi penggunaan garam untuk memperoleh rasa enak yang sama.

Penelitian terbaru di Jepang juga membuktikan bahwa MSG ternyata dapat memaksimalkan proses pembakaran atau oksidasi lemak di dalam tubuh. Artinya, MSG dapat juga menjadi salah satu cara alternatif untuk mendapatkan tubuh ideal asalkan dikonsumsi dengan cara yang benar.

Take time to consider the points presented above. What you learn may help you overcome your hesitation to take action.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar