Kamis, 11 Februari 2010

Dana Awal Jamkesmas Rp 1,3 Triliun Dikucurkan

The following paragraphs summarize the work of news experts who are completely familiar with all the aspects of news. Heed their advice to avoid any news surprises.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah segera mengucurkan dana awal Rp 1,3 triliun untuk pelayanan kesehatan cuma-cuma bagi penduduk miskin dan hampir miskin peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di rumah sakit.

Menurut Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri di Jakarta, Rabu (10/2/2010), dana awal Jamkesmas untuk triwulan pertama tahun 2010 itu akan dikucurkan ke 954 rumah sakit pemberi pelayanan Jamkesmas dalam bulan Februari ini.

"Kami pantau terus, kalau ada yang kehabisan langsung dikirim. Dana awal dikucurkan Februari ini, Insya Allah langsung turun," katanya.

Ia menambahkan, menurut pantauan pemerintah sediaan dana rumah sakit untuk pelayanan Jamkesmas masih aman sampai Akhir Februari 2010.

Berkenaan dengan hal itu, Direktur Medis dan Perawatan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Julianto Witjaksono mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan dana pelayanan Jamkesmas untuk Desember 2009 hingga Januari 2010.

See how much you can learn about news when you take a little time to read a well-researched article? Don't miss out on the rest of this great information.

"Pengucuran dana selama ini tidak ada masalah, kita diberi dana awal dan nanti kasih pertanggungjawaban," katanya.

Usman menjelaskan, pemerintah memberikan dana awal pelayanan Jamkesmas ke setiap rumah sakit penyedia layanan berdasarkan perhitungan rata-rata kebutuhan biaya pelayanan pasien Jamkesmas setiap bulan.

Pengelola rumah sakit harus mempertanggungjawabkan peluncuran dana tersebut dengan melaporkan penggunaan dana berdasarkan standar baku tarif pelayanan rumah sakit dalam bentuk paket yang disusun berdasarkan diagnosis penyakit, kelas perawatan dan tipe rumah sakit (Indonesia Diagnosis Related Groups/INA-DRG).

Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah sudah menyediakan dana yang dibutuhkan untuk membiayai pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan hampir miskin peserta Jamkesmas.

Pemerintah, kata dia, pada 2010 mengalokasikan anggaran Rp5,1 triliun untuk membiayai pelayanan kesehatan 76,4 juta penduduk miskin dan hampir miskin peserta Jamkesmas.

Kementerian Kesehatan, ia menjelaskan, juga mengusulkan penambahan alokasi anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk mencakup sekitar 17 juta pekerja sektor informal kurang mampu yang selama ini belum terjangkau pelayanan Jamkesmas.

"Itu untuk mereka yang miskin tapi selama ini tidak mendapat kartu dan belum terjangkau Jamkesmas seperti pembantu rumah tangga, supir angkot dan yang lain, supaya biaya untuk mereka bisa tercakup," demikian Usman Sumantri.

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar