Senin, 08 Februari 2010

RSU Dr Soetomo Belajar Cangkok Hati ke China

When you're learning about something new, it's easy to feel overwhelmed by the sheer amount of relevant information available. This informative article should help you focus on the central points.
SURABAYA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya akan mengirimkan sembilan dokter dan dua perawat ke China. Selama delapan hari, para dokter dan perawat tersebut akan belajar metode pencangkokan hati di Rumah Sakit Tianjin, China. Dengan pelatihan pen cangkokan hati ini, diharapkan harapan hidup para pasien kanker hati semakin tinggi.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo, Slamet Yuwono Riyadi mengatakan, kebutuhan teknologi pencangkokan hati sebagai salah satu upaya penanganan kanker hati sangat dibutuhkan. Masalahnya, pasien kanker hati seringkali mendapatkan stigma vonis mati karena sulitnya penanganan pada penyakit ini.

"Di Jatim terdata sekitar 800 anak-anak penderita kanker hati. Sedangkan, meski belum terdata, untuk penderita dewasa diperkirakan lebih tinggi jumlahnya karena faktor penyebabnya lebih banyak, seperti merokok, minum alkohol, dan minum kopi secara berlebihan," ujarnya, Senin (8/2/2010) di Surabaya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, sembilan dokter dan dua perawat akan dikirimkan ke Rumah Sakit Tianjin, China untuk belajar tentang pencangkokan hati mulai tanggal 16 Februari hingga 23 Februari 2010. Mereka akan dipandu salah satu ahli pencangkokan hati, yaitu Prof Shen Zhongyang.

You may not consider everything you just read to be crucial information about news. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.

Selanjutnya, setiba di Indonesia mereka langsung mempraktikkan metode tersebut dalam operasi pencangkokan hati di Rumah Sakit Dr Soetomo pada pasien kanker hati asal Trenggalek Ramdhan Aldil Saputra (3). Operasi akan dipimpin langsung oleh Prof Shen Zhongyang.

"Diharapkan operasi tak hanya untuk satu pasien saja. Karena kedatangan ahli pencangkokan hati asal China ini tak setiap waktu," kata Slamet.

Dibiayai swasta

Menurut Slamet, pelatihan para dokter dan perawat dalam operasi pencangkokan hati di China sebagian besar dibiayai oleh salah satu pengusaha media Jatim Dahlan Iskan yang juga Direktur Utama PLN. Sedangkan Pemprov Jatim hanya menyediakan sedikit dana tambahan.

Untuk menunjang teknologi pencangkokan hati, RSU Dr Soetomo mengajukan permintaan dana pada Pemprov Jatim sebesar Rp 1,291 miliar untuk pembelian peralatan medis. RSU Dr Soetomo sendiri telah menyiapkan dana Rp 3 miliar, padahal kebutuhan pembelian alat medis sebanyak Rp 4,291 miliar.

There's no doubt that the topic of news can be fascinating. If you still have unanswered questions about news, you may find what you're looking for in the next article.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar