Kamis, 29 April 2010

Pertahankan Kehidupan Seksual di Masa Menopause!

Have you ever wondered if what you know about news is accurate? Consider the following paragraphs and compare what you know to the latest info on news.
JAKARTA, KOMPAS.com -  Pada masa menopause, mereka mengatakan bahwa sama seperti siklus menstruasi, gairah seksual juga akan terhenti. Apakah ini benar?

Hal ini mungkin benar bahwa kehilangan hormon estrogen pada masa menopause menyebabkan perubahan pada reaksi wanita terhadap aktivitas seksual. Mereka menjadi lebih sulit untuk  bergairah dan menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan.

Mereka juga mungkin mengalami vagina yang mengering akibat menurunnya produksi lendir vagina. Walaupun begitu, hal tersebut diatas bukanlah menjadi  alasan mengapa dengan mengalami masa menopause, seorang wanita tidak dapat menikmati indahnya kehidupan seksual.

Once you begin to move beyond basic background information, you begin to realize that there's more to news than you may have first thought.

Ketahui lebih jauh tentang bagaimana meningkatkan kehidupan seksual setelah menopause.

FlyFreeForHealth bersama Pregnancy&me mengundang Anda untuk mengikuti seminar online kesehatan dengan topik, œPertahankan kehidupan seksual di masa menopause (Sex in Menopause Years), pada Selasa 4 Mei 2010 pukul 12.00 WIB bersama Dr Aggarwal Ieera Madan yang merupakan dokter Registrar pada Divisi Kandungan dan Kebidanan di KK Womens and Childrens Hospital, Singapura..

Siapkan perangkat komputer Anda, koneksi internet dan speaker untuk mengikuti presentasi dari Dr Ieera mengenai topik menarik ini. Anda pun dapat memberikan pertanyaan yang akan langsung di jawab, gratis!

Daftar sekarang melalui SMS. Ketik <alamat email Anda><spasi>PM31SG10 ke +65 98473224 untuk mendapatkan undangan menghadiri webinar ini yang akan dikirimkan ke email Anda. Klik link yang ada di undangan, ikuti langkah-langkah selanjutnya, dan Anda akan dengan mudah memasuki ruang webinar.

This article's coverage of the information is as complete as it can be today. But you should always leave open the possibility that future research could uncover new facts.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar