Senin, 10 Mei 2010

Molekul Penyebab Mabuk Berat Ditemukan

When you're learning about something new, it's easy to feel overwhelmed by the sheer amount of relevant information available. This informative article should help you focus on the central points.
Sometimes the most important aspects of a subject are not immediately obvious. Keep reading to get the complete picture.

Kompas.com - Para ilmuwan berhasil menemukan molekul di dalam otak yang menyebabkan mabuk berat. Neuropeptide, molekul yang bertanggung jawab sebagai pemberi sinyal, diyakini menyebabkan tubuh mengalami gejala sakau saat otak berupaya beradaptasi dengan kadar keracunan baru.

Para pakar saraf dari School of Biological Sciences Universitas Southhampton mempelajari otak sederhana cacing ketika terekspose dengan kadar alkohol berbeda. Otak cacing beradaptasi terhadap level alkohol dalam jangka waktu panjang dan ketika konsumsi dihentikan, terjadi gejala sakau. Penelitian ini menunjukkan efek sakau dan pengaruh alkohol terhadap proses persinyalan dalam sirkuit saraf serta dampaknya kepada perubahan perilaku, ujar kepala tim penelitian itu, pakar saraf dari Universitas Southhampton, Lindy Holden-Dye. Begitu cacing diberikan alkohol dosis rendah gejala sakau itu meringan. Penelitian itu dapat dikembangkan untuk mengatasi kecanduan alkohol pada manusia. (Healthday/INE)

It never hurts to be well-informed with the latest on news. Compare what you've learned here to future articles so that you can stay alert to changes in the area of news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar