Senin, 24 Mei 2010

Pasokan Trombosit Cukup

Are you looking for some inside information on news? Here's an up-to-date report from news experts who should know.
Jakarta, Kompas - Trombosit yang disalurkan Unit Transfusi Darah Daerah PMI DKI Jakarta selama empat bulan terakhir masih lebih dari 1.000 kantong per bulan. Trombosit banyak dibutuhkan karena demam berdarah dengue masih merebak di Jakarta dan daerah sekitarnya.

Sepanjang Januari 2010, Unit Transfusi Darah Daerah (UTDD) PMI DKI Jakarta menyalurkan 1.646 kantong trombosit untuk 272 pasien. Jumlah trombosit yang disalurkan itu bertambah lagi pada Februari menjadi 1.773 kantong untuk 356 pasien.

Penyaluran trombosit terbanyak pada Maret, yakni 2.180 kantong untuk 366 pasien. Pada April, penyaluran trombosit mencapai 1.380 kantong untuk 335 pasien. Penyaluran trombosit sejak awal Mei hingga tanggal 24 berjumlah 195 kantong. Tiap kantong berisi antara 30 dan 70 mililiter trombosit pekat.

Kepala UTDD PMI DKI Jakarta Salimar Salim, Senin (24/5), mengatakan, hingga kini PMI masih bisa mencukupi kebutuhan trombosit yang diminta rumah sakit di DKI Jakarta.

Selain Jakarta, sejumlah rumah sakit di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi juga meminta bantuan darah ke UTDD PMI DKI Jakarta jika stok mereka tidak mencukupi dan stok kami masih ada, ucap Salimar.

If your news facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important news information slip by you.

Trombosit pekat berasal dari pemisahan darah lengkap. Darah lengkap didapat dari donor darah. Selama Januari-Maret, rata pasokan darah yang diterima UTDD PMI DKI Jakarta rata-rata 24.000 kantong per bulan. Pasokan darah umumnya berkurang selama Ramadhan.

Salimar mengatakan, hingga kini UTDD PMI DKI Jakarta sanggup mencukupi kebutuhan trombosit bagi penderita demam berdarah dengue (DBD). Trombosit pekat ini tidak diberikan untuk setiap penderita DBD. Infus trombosit diberikan kepada penderita DBD jika jumlah trombosit penderita di bawah 10.000.

Kondisi Pasien

Sementara itu, angka penderita DBD yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, antara 5 dan 10 pasien per hari. Senin kemarin, ada enam pasien yang dirawat di RSUD Tarakan. Tidak ada catatan korban meninggal karena DBD di rumah sakit itu.

Pasien DBD yang dirawat selama Mei di RSUD Tarakan tidak lebih dari 10 orang per hari, kata Kepala Bidang Perawatan RSUD Tarakan Theryoto.

Dia menambahkan, kebutuhan trombosit untuk penderita DBD di rumah sakit ini belum banyak. Umumnya, penderita masuk ke RSUD Tarakan dalam kondisi yang masih relatif baik. (ART)

It never hurts to be well-informed with the latest on news. Compare what you've learned here to future articles so that you can stay alert to changes in the area of news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar