Rabu, 05 Mei 2010

Sumbangan Dana Daerah Masih Rendah

The only way to keep up with the latest about news is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about news, it won't take long for you to become an influential authority.
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat, namun sumbangan dana dari daerah untuk pembiayaan kesehatan dinilai masih rendah.

"Kontribusinya meningkat tapi masih relatif kecil. Ketergantungan terhadap alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih besar," kata Deputi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Nina Sardjunani, di Jakarta, Rabu (5/5/2010).

Menurut Nina, yang menyampaikan paparan kepada pejabat Kementerian Kesehatan, kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta otoritas kesehatan daerah lain yang menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional, pemanfaatan anggaran kesehatan di daerah juga belum efisien.

Is everything making sense so far? If not, I'm sure that with just a little more reading, all the facts will fall into place.

"Sebagian besar masih digunakan untuk penyediaan sarana dan prasarana," katanya.

Dia berharap selanjutnya pemerintah daerah memanfaatkan anggaran kesehatannya secara lebih berimbang. "Pemanfaatannya diarahkan pada upaya kesehatan berbasis bukti serta kegiatan promotif dan preventif," katanya.

Saat membuka rapat kerja tersebut Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih juga meminta peserta menuntaskan pembahasan mengenai pembagian peran antara pusat dan daerah dalam pembangunan kesehatan yang dalam waktu dekat ditujukan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).

"Idealnya memang kita semua harus berbagi peran untuk mencapainya, antara urusan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota bahkan hingga sampai pada tingkatan eksekutornya," kata Endang.

Dia mengatakan pemerintah pusat dan daerah juga harus menyelaraskan langkah untuk mencapai target bersama dalam MDGs.

Now that wasn't hard at all, was it? And you've earned a wealth of knowledge, just from taking some time to study an expert's word on news.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar